2 Teknologi terunik ini akan digunakan di masa depan

shares

Teknologi dan keunikan?? Bagaimana jika 2 hal tersebut digabungkan?? Berikut ini kami menjelaskan 2 Teknologi terunik untuk anda

1. Penyimpanan fleksible: “datastickies”



Teknologi zaman sekarang semakin canggih,USB,  setelah menjadi alat simpan portabel yang sederhana, kini ada “post it note”. Yang mampu menyimpan data seperti USB, namun mempunyai banyak sekali kelebihan. Ukuran dan bentuknya tidak seperti USB biasa, dan tidak mempunyai port atau tempat untuk dimasukkan pada sebuah hardware, dengan bentuk layaknya sebuah kertas label. Penggunaan datastickies ini  pun amat sangat sederhana, yaitu cukup ditempelkan pada perangkat gadget dan siap menerima data - anda.

Memang kelihatannya seperti sangat tidak masuk akal, tapi ini bukanlah khayalan, dan sudah dalam tahap pengembangan. ide ini muncul dari seorang profesor Parag Anand dan desainer Aditi Singh, dari New Delhi. seperti kertas label, penyimpanan yang memiliki nama datastickies ini, mampu ditempel di sebuah perangkat atau gadget, baik itu laptop, komputer bahkan gadget. Teknologi ini berbahan dasar graphene, bahan yang sangat kuat dan juga konduktif, tersusun oleh satu lapisan atom karbon.

Rencananya, datastickies ini dijual dengan bermacam -macam kapasitas daya simpan , dimulai dari kapasitas 2 GB sampai kapasitas 32 GB, dan memiliki warna yang beragam. serta diharapkan akan menggantikan fungsi USB pada saat ini. Sedangkan bahan dasarnya: “grafene” merupakan bahan yang sangat mengagumkan, dan disebutkan menjadi sesuatu yang besar berikutnya, yang akan merubah cara - cara kita ketika sedang bekerja. Dan juga datastickies ini gak bakalan gampang hilang, dikarenakan bisa ditempel di objek atau perangkat apapun .

2. Sebuah Alat untuk Kontrasepsi dalam Bentuk “Chip” Yang Dapat Bertahan Selama 16 Tahun

Penelitian di massachusetts institute of technology atau (MIT) akhirnya dapat mengembangkan sebuah perangkat “chip” kontrasepsi berteknologi tinggi. Yang dapat dikendalikan menggunakan remot . Dan “chip” yang dapat mengatur kelahiran itu diletakkan di bawah kulit wanita. Sesudah masuk dibawah jaringan kulit wanita, ia akan melepaskan dengan dosis kecil hormon levonorgestrel.

Yang kerennya  lagi, “chip” ini dapat bertahan selama 16 tahun. Selama itu, “chip” tersebut akan terus menerus mengeluarkan hormon - hormon levonorgestrel disetiap harinya. Tapi  kegiatan proses pelepasan hormon tersebut dapat di hentikan dengan cara memakai remot tanpa kabel.

Penelitian pengembangan yang disokong oleh Bill Gates ini akan diajukan untuk di uji pra klinis di amerika serikat pada  tahun 2015. “Chip” ini diperkirakan baru tersedia di pasar komersil mulai tahun 2018. “Chip” yang memiliki ukuran 20 milimeter x 20 milimeter x 7 milimeter itu juga memiliki harga yang sangat kompetitif, kata para pengembang dan penciptanya.
“Chip” ini juga dilengkapi dengan satu buah tempat hormon super kecil yang ditanamkan pada micro-chip sebesar 1,5 sentimeter. Lalu satu buah arus listrik kecil dialirkan untuk mencairkan segel yang sangat tipis pada sekeliling levonorgestrel, mengeluarkan dosis 30 mikrogram ke bagian organ tubuh.
Aslinya ada jenis lain alat kontrasepsi implan, kata para peneliti  dan pengembangnya, akan tetapi para pasien diharuskan untuk mendatangi klinik klinik dan melakukan prosedur - prosedur rawat jalan supaya bisa menonaktifkan alat tersebut. Kemampuan untuk menghidupkan dan mematikan alat ini merupakan sebuah unsur kenyamanan yang dicari oleh para pasangan yang sedang merencanakan keluarga mereka, (Robert Farra, MIT).

Lalu tantangan yang selanjutnya bagi para pengembang dan peneliti di  MIT ialah memastikan safety total dari alat ini. Apalagi untuk mencegah aktivasi atau deaktivasi oleh selain pemakai tanpa diketahui oleh  pemakai alat ini. Komunikasi dengan implan harus sangat dekat  kulit jadi orang - orang di ruang sebelah tidak dapat mengaktifkan atau mematikan, (Dr Farra).

Dokter Farra juga menyebutkan, perangkat ini juga memiliki fitur enskripsi untuk meningkatkan keamanan sistem jaringan antara remote dengan perangkatimplan. Kepala bedah dan intervensi bisnis di Cambridge Consultants, Simon Karger,  mengatakan bahwa perangkat implan seperti ini memiliki banyak sekali tantangan danjuga risiko.

Akan tetapi dia menambahkan bahwa secara semuanya perangkat implan jenis sepertiini memiliki arti yang lebih bagi pasien. Dia juga meramalkan sebuah masadepan di mana semua sistem implan pintar menjadi hal yang biasa. Penemuan  tersebut kelihatannya datang tepat pada waktunya pada saat pemerintah dan juga organisasi di dunia telah menyepakati untuk menambah 120 lebih penduduk perempuan pada 2020.

Sementara itu, Gavin Corley, seorang bio-medis engineer, berkata bahwa perangkat ini membuka pintu bagi daerah di mana akses ke alat - alat tradisional masih sangatterbatas.

Related Posts

0 comments: