Cara mengelola keuangan di dunia pertelevisian

shares

Selain butuh sumber daya manusia kreatif dan penggunaan terknologi yang terus berganti, bisnis di industri penyiaran televisi membutuhkan modal yang tidak sedikit.Membuat stasiun televisi baru dan menjalankannya butuh modal yang sangat besar. Investasi awal di bisnis ini adalah mendapatkan perizinan dan mendirikan pemancar di tiap-tiap kota. Selain mahal, masalah perizinan dan pendirian pemancar terkadang terkendala pada tidak adanya frekuensi baru yang ditawarkan dan sulitnya mendapatkan lahan yang pas untuk mendirikan pemancar di berbagai kota.


Investasi awal lainnya tentu saja membangun atau menyewa kantor.Untuk master control, studio, dan ruang kerja, serta membeli peralatan produksi.Platform penyiaran yang beragam seperti terrestrial, cable, streaming, atau social media, menyebabkan biaya untuk bersiaran juga makin mahal.Setelah investasi awal, perencanaan bisnis stasiun televisi juga membutuhkan modal biaya operasional untuk membiayai kegiatan sehari-hari.Biaya-biaya tersebut antara lain pembelian dan produksi program, gaji pegawai, bayar listrik, telepon, maintenance peralatan, dan biaya lainnya.Besarnya biaya investasi awal ditambah biaya operasional per bulan atau per tahun menyebabkan mendirikan dan mengoperasionalkan stasiun televisi menjadi mahal.

Jika pengeluaran perusahaan televisi demikian besarnya, maka dari mana stasiun televisi memperoleh revenue atau pemasukan?Sumber pemasukan stasiun televisi tentu masih dari iklan yang ada di tengah program,jeda program,atau antarprogram yang satu dengan yang lainnya.
Pada masa lalu, iklan konvensional hanya berupa TV commercial, atau TVC, dengan durasi 15, 30, atau 60 detik.Model kreatif iklan kini juga bermunculan. Seperti di OBB, bumper, build in, running text, squeeze frame, dan yang lainnya.

Bahkan selain terrestrial, iklan sebagai pemasukan televisi juga bisa didapatkan melalui streaming dan social media.Semakin banyak penonton yang melihat tayangannya, program tersebut semakin besar pula potensinya untuk mendapatkan sumber pemasukan yang lain bagi stasiun televisi.
Bagi stasiun televisi, saat ini pendapatan melalui iklan yang ditayangkan tetap masih yang terbesar.Karena itu, para marketing di stasiun televisi akan membuat paket-paket beragam dan menarik untuk bisa menjual slot iklan yang tersedia.Lalu pertanyaannya, berapa harga iklan yang biasanya ditetapkan oleh stasiun televisi?

Rate card iklan di sebuah stasiun televisi sudah memperhitungkan biaya produksi pembuatan atau pembelian program,biaya operasional sebuah stasiun televisi yang dihitung sesuai dengan durasi program,misalnya 30, 60, 90, 120 menit, atau lebih. Serta keuntungan minimal yang harus didapatkan stasiun televisi tersebut.Meski demikian, harga iklan atau rate card juga tidak langsung mahal atau dinaikkan seenaknya.Kenaikan harga iklan biasanya ditentukan keberhasilan sebuah stasiun televisi mengumpulkan jumlah penonton atau rating dan persentase penonton atau share.

Semakin tinggi rating dan share sebuah stasiun televisi, lebih mudah mereka menaikkan rate card iklannya.Di stasiun televisi yang sama, harga iklan antara satu program dengan program lain juga tidak mungkin sama.Waktu tayang, prime time antara jam 6 sore hingga jam 10 malam, yang merupakan waktu terpadat jumlah penontonnya,tentu punya harga iklan yang lebih mahal dibandingkan dengan waktu tayang lainnya.

Selain itu, harga iklan juga akan berbeda antara mereka yang membeli eceran dengan mereka yang membeli dalam paket tertentu.Tentu saja kualitas program yang bagus baik dari isi maupun pengemasan programsehingga ditonton banyak orang menjadi keharusan untuk bisa menaikkan rate card hingga menaikkan pemasukan atau revenue bagi stasiun televisi.Namun itu saja belum cukup. Perlu ada usaha kreatif untuk menaikkan pemasukan dari iklan.

Misalnya saja, dengan cara pembuatan paket yang menawarkan bentuk promosi yang tidak lagi melalui iklan TVC saja, tapi bisa dalam bentuk build in di dalam sebuah program.Bahkan di masa mendatang, ketika iklan di jeda program sudah tidak lagi ditonton, pembuatan promosi di dalam program atau build in program bisa menjadi yang utama.Selain itu kini stasiun televisi juga sudah menawarkan cross media yang memadukan antara promosi on air, social media, bahkan hingga off-air,yang ternyata juga menjanjikan pemasukan yang tidak kecil bagi stasiun televisi.

Besarnya biaya investasi dan biaya operasional di bisnis penyiaran televisi ini membuat perencanaan pengelolaan,arus keluar masuk uang, atau manajemen cashflow perusahaan menjadi penting.Apalagi meski sudah ditayangkan, pembayaran penayangan iklan oleh agency bisa dilakukan hingga tiga bulan setelahnya.Perencanaan keuangan yang baik dengan membuat business plan yang memperhitungkan pengeluaran setiap harinya, setiap bulan, atau setiap tahunnya, perlu dibuat dan tentu saja harus dipatuhi.

Semua komponen pengeluaran harus detil dan dan jelas sehingga nanti bisa dieliminir pengeluaran tambahan yang di luar perencanaan.Selain itu, perkiraan pemasukan minimal yang memang mungkin dicapai harus tepat sehingga tidak ada kekurangan pada saat perencanaan bisnis tersebut dijalankan.Salah satu jalan untuk menjaga cashflow yang aman bagi stasiun televisi adalah dengan membuat prioritas pengeluaran-pengeluarannya.Mana pengeluaran yang mendesak, yang harus dibayar karena akan menganggu penayangan sebuah program.

Setelah itu baru pos-pos lainnya yang tidak terkait langsung dengan penayangan sebuah program yang dipilih untuk dibayarkan.Nah, barangkali prioritas terakhir baru dipilih pengeluaran-pengeluaran lain yang tadinya tidak ada dalam pos pengeluaran atau masih ditunda untuk dibayarkan atau dianggarkan.Salah satu pilihan misalnya jika revenue sudah cukup baik adalah melakukan tambahan investasi.Detil investasi baru seperti apa dan apakah menjadi sebuah keharusan dilakukan pada saat ini, perlu menjadi pertimbangan sebelum memutuskan.

Related Posts

0 comments: