Menghindari Ketuban Pecah Dini(KPD) pada ibu hamil

shares

Salah satu hal yang perlu dihindari oleh ibu yang sedang hamil tua adalah KPD atau ketuban pecah dini, atu ada yang menyebutnya juga Pecah Ketuban Dini. Ketuban pecah Dini(KPD) adalah suatu kondisi pada kehamilan dimana Ketuban janin pecah duluan sebelum terjadinya persalinan atau bukaan. Kita semua tentunya tidak ingin mengalami KPD, karena sangat membahayakan janin bayi maupun sang ibu itu sendiri.
Pada kebanyakan kasus, KPD ini tidak menimbulkan rasa sakit ataupun mulas pada sang ibu. KPD akan memperkecil peluang ibu hamil untuk dapat melakukan persalinan secara normal. Biasanya bila mengalami KPD, ibu hamil harus melakukan operasi caesar.



Penyebab Ketuban Pecah Dini

Mengapa terjadi Ketuban pecah dini? Beberapa penyebab yang mengakibatkan KPD diantaranya:
  1. Terjadi perobekan pada kantung ketuban. Kondisi ini dikarenakan trauma atau mulut rahim yang tidak kuat sehingga mengakibatkan rahim tidak bisa menahan kehamilan. 
  2. Infeksi yang kemudian menimbulkan proses biomekanik pada selaput ketuban sehingga memudahkan ketuban pecah.
  3. Kelainan bawaan dari selaput ketuban. 
  4. Ketegangan rahim yang berlebihan, seperti kehamilan ganda atau hidramnion, 
  5. Bisa juga karena Kelainan letak janin misalnya bayi sungsang


Dalam dunia medis, terdapat 2 macam jenis KPD, antara lain:
  • KPD Cukup Bulan Yaitu ketuban pecah dini yang terjadi pada saat kehamilan yang telah mencapai umur lebih dari 37 minggu.
  • KPD Prematur Yaitu ketuban pecah dini dimana terjadi sebelum mencapai usia kehamilan normal. Usia kehamilan normal biasanya setelah mencapai umur 37 minggu.

Menghindari Ketuban Pecah Dini

Mengingat begitu berbahaya nya jika mengalamai Ketuban Pecah Dini, oleh karena nya diperlukan berberapa tindakan preventif untuk mencegah terjadinya Ketuban pecah dini. Yaitu:
  • Jika anda baru mengalami kehamilan pertama kali, sebisa mungkin hindari goncangan-goncangan terutama goncangan saat berkendara. Pada kehamilan pertama biasanya ibu belum dapat mengukur kekuatan rahimnya. 
  • Banyak melakukan aktifitas jalan kaki di pagi hari. hal ini berguna untuk memperkuat fisik sang ibu ketika persalinan. Selain itu dapat dipercaya dapat memperkuat leher rahim 
  • Hindari pekerjaan yang berat secara fisik dan psikis untuk kesehatan janin anda.
  • Jaga Kesehatan ibu hamil dengan asupan gizi yang cukup dan beristirahat selama kehamilan
  • Konsumsi vitamin C yang cukup untuk kebutuhan nutrisi harian. Biasakan konsumsi vitamin C sejak usia kandungan 3 bulan.
  • Memeriksakan kondisi kehamilan secara teratur ke dokter kandungan.
  • Rutin membersihkan daerah kemaluan dengan benar, terutama setelah berkemih atau buang air besar.


Related Posts

0 comments: