Mendapat tawaran job membuat website

shares

Bagi anda seorang web designer dan ingin mencoba peruntungan sebagai seorang freelancer, paling tidak harus sudah mempersiapkan tahapan membangun website dari awal mendapat job hingga tahap akhir(launching).
Hal ini bukan semata sebagai formalitas dan cerminan profesionalitas sebuah pekerjaan, tetapi juga sangat membantu anda dalam mengelola efisiensi waktu tenaga. sehingga nantinya pekerjaan anda tidak akan berantakan.



Berikut saya ingin membagi pengalaman saya ketika mengerjakan proyek-proyek pembuatan website dari client.

1. Tahap negosiasi

Negosiasi dan pembicaraan awal dengan client sangatlah penting. Bayangkan jika hal ini tidak dilakukan maksimal pada tahap awal, web nya sudah jadi namun ternyata tidak sesuai dengan keinginan client. Harus rombak besar-besaran atau lebih parah lagi harus rombak total!
Bicarakan terlebih dahulu spesifikasi web yang diinginkan client, fungsi-fungsi utama apa saja yang dinginkan dari web miliknya nanti. Spesifikasi bisa berupa layout, warna dasar yang diinginkan, kompleksitas isi, dan lainnya. Yang tidak kalah penting, mintalah web acuan/referensi.

Memastikan harga. bagian ini merupakan bagian paling menarik bagi saya :D
Dari pembicaraan mengenai spesifikasi pada tahap sebelumnya, tentukanlah harga sesuai tingkat kerumitan yang akan anda hadapi nantinya. Kepandaian anda dalam bernegosiasi harga akan sangat membantu dalam optimalisasi harga.

2. Tahap perencanaan
Andai kata dan apabila atau seumpama sudah menemui kesepakatan tahap selanjutnya adalah tahap perencanaan. agar pekerjaan anda nantinya tidak terhambat, mintalah bahan-bahan yang dibutuhkan, seperti data-data tekstual maupun berupa foto/gambar pendukung. Berdasarkan pengalaman saya, salah satu yang menjadi hambatan besar dalam pengerjaan website adalah keterlambatan pihak client dalam memberikan data mentah tersebut.
Selanjutnya adalah menemukan gambaran mengenai website yang akan anda bangun.
Jangan hanya terpatok pada website referensi yang diberikan oleh client, anda juga harus aktif mencari referensi lainnya untuk memperkaya pandangan tentang website yang akan dikerjakan. Carilah referensi sebanyak-banyaknya. kemudian dari sekian banyak tersebut tentukan yang menurut anda terbaik, sehingga jumlah semakin mengerucut menjadi beberapa saja.
Buatlah sketsa tata letak menu-menunya.

3. Tahap pengerjaan
Setelah bahan yang dibutuhkan didapat, saatnya bekerja! Yang dimaksud bekerja dalam ha ini adalah memadukan ide yang sudah kita rencanakan dengan bahan yang ada. Mungkin perlu diperhatikan agar kerjaan kita maksimal, perlu ditanamkan dalam hati, karya yang kita hasilkan ini semata-mata bukan hanya semata untuk kepuasan pelanggan, melainkan juga untuk diri kita sendiri. Jika pekerjaan kita bagus, bisa sebagai portfolio kedepannya. jika menemukan masalah/kendala selama pembuatan tidak perlu dipaksakan untuk tetap berada di zona tersebut. Kerjakan terlebih dahulu yang menurut anda lebih mudah. Namun agar tidak lupa, segera catat bagian mana saja yang kita tunda

4. Tahap finishing
Pada tahap ini, pekerjaan yang harus dilakukan adalah pengecekan terhadap kesluruhan isi website. Diantaranya pengecekan link, kesesuaian warna, fungsi-fungsi yang belum dilengkapi, kemungkinan akan adanya penambahan fitur website, dan lain-lain.

Selain itu, perlu adanya asistensi dengan client. Hal ini penting karena jika ada revisi, kemungkinan akan adanya perombakan materi besar-besaran dapat diminimalisir

Related Posts

0 comments: